KEBAHAGIAANKU

Menulis adalah salah satu jalan menuju kebahagiaan hidup, memerdekakan diri.

Rabu, 25 Juni 2014

Aku Adalah Kekuatannya

Yah...aku adalah kekuatan. Kekuatan yang diciptakan oleh Sang Maha Besar untuk membuatnya kuat dan berhasil dalam hidupnya, dan semua itu telah terbukti. Bukan...bukan kuberbesar diri atau bersombong diri tapi ini memang nyata dan benar adanya. Mungkin bukan aku saja yang telah menjadi kekuatan namun juga beribu perempuan di luar sana yang telah menjelma menjadi kekuatan yang dahsyat bagi kehidupan manusia lain. Aku tak perlu mengambil contoh yang jauh dari kehidupanku,cukup diriku saja. Walaupun kekuatanku ini baru hanya berbatas pada lingkungan keluarga saja namun semua itu cukup memberiku semangat untuk terus berbuat lebih. 

Ketika suami dihadang oleh sebuah dilema dalam pekerjaan yang mengharuskan dirinya untuk memilih antara jalan yang berliku namun penuh dengan rupiah dan kenikmatan duniawi ataukah jalan yang lurus namun penuh dengan keberkahan Ilahi. Sedangkan pada saat itu keuangan keluarga berada dalam masa krisis yang mengharuskan suami harus mencari uang lebih agar semua kebutuhan tercukupi. Disaat itulah aku harus berubah menjadi kekuatan yang mampu membantu suami berfikir jernih dan mampu mengambil keputusan yang benar.

Kekuatan yang kumiliki saat itu hanyalah sebuah KESABARAN. Kesabaran ketika aku berada dalam kondisi kekurangan dimana aku harus menekan emosi dan nafsu atas semua kebutuhan yang belum tercukupi. Menekan rasa "ingin" atas semua yang menuntutku sebagai syarat menjalani hidup. Kesabaran itu terus kutanamkan dalam diri setiap detik, menit dan waktu yang terus berjalan. Hingga hasilnya aku mampu menemukan rasa IKHLAS dalam diri bahwa pada kenyataannya aku mampu menerima bahwa semua "ingin" itu tak harus aku miliki. Namun tak hanya rasa ikhlas itu saja yang kutemui, rupanya kebahagiaan lain telah pula menantiku, rasa sayang dan cinta diantara aku, suami dan anak-anak semakin bertambah hingga memberi keyakinan lebih baik lagi bahwa kehidupan rumah tanggaku penuh dengan keberkahan walaupun semua "ingin" itu tidak terpenuhi.

Teruslah menjadi kekuatan hingga masa berakhir.

Parung panjang, 25 Juni 2014
Menjelang ramadhan tiba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar