KEBAHAGIAANKU

Menulis adalah salah satu jalan menuju kebahagiaan hidup, memerdekakan diri.

Selasa, 19 Februari 2013

MELATIH DIRI UNTUK SELALU BER-POSTHINK

Menulis dengan tema diatas, bertujuan untuk berbagi cerita/pengalaman diri ketika berada dalam suatu masalah dalam porsi berat atau ringan, besar atau kecil masalah tersebut.

Ketika kita dihadapkan pada suatu masalah yang cenderung menguras perasaan. dimana kita dituntut untuk menunjukkan sikap terhadap masalah tersebut, maka fikiran yang pertama muncul adalah ; "kok bisa begitu ya?", "Kenapa?", "Mengapa?", dan berbagai pertanyaan lain yang berkecamuk. Fikiran sesaat langsung bercabang menjadi 2 arah, atau tikungan yang biasa kita sebut fikiran NEGATIF dan POSITIF. Namun seberapa besar bobot dari masing-masing fikiran tersebut? jawabannya hanya kita yang tahu. Tapi dalam tulisan ini, yang ingin saya tekankan adalah bagaimana kita menempatkan diri kita dalam fikiran tersebut, dan seberapa besar pengaruhnya dalam pengambilan keputusan yang kita lakukan. 

Contoh masalah :

Ketika masih bekerja di sebuah perusahaan Supplier buah segar import, menjadi seorang Accounting Receiveable, aku pernah tersandung masalah yang cukup membuatku begitu emosi. Aku dituduh menggelapkan uang sebesar 35 juta, menerima uang tersebut dari sebuah klien besar. Tuduhan itu dilakukan oleh temanku sendiri yang ternyata, setelah melakukan penelusuran, kuketahui bahwa karena kecemburuan dalam pekerjaan yang membuatnya melakukan itu semua. Awalnya aku begitu marah dan beribu fikiran negatif merasuki semua isi kepalaku. Rasanya ingin kubalas semua kejahatan yang telah dilakukannya tapi....entah mengapa seperti ada rem yang mampu menghentikan fikiran tersebut dalam diriku, yaitu fikiran Positif. 
Fikiran positif seakan menendang kencang fikiran negatifku, berganti dengan berbagai kalimat yang menyuruhku untuk ber-intropeksi diri, dan hasilnya.... semua berjalan dengan baik. Masalahku selesai dengan terbuktinya bahwa semua itu adalah fitnah belaka. Bahkan demi mempertahanku untuk tetap bekerja di perusahaan tersebut, Bos-ku menawarkan gaji yang lebih tinggi. 

Melalui masalah diatas, bisa sama-sama kita pelajari bahwa setiap kita menghadapi masalah, untuk keputusan akhirnya kita harus tahu..."Mau dibawa kemana masalah ini? bagaimana jalan penyelesaiannya? mana tikungan yang kita ambil...Positif-kah? atau Negatif-kah? Semua itu tergantung dari bagaimana kita menerapkan pola fikir dalam diri kita, dengan kata lain setiap keputusan yang diambil berarti juga pelajaran/pendidikan apa yang akan kita terapkan dalam diri kita. BERFIKIR POSITIF = MENCERDASKAN DIRI.

Yang mau kirim masukan, silahkan, atau mau sharing juga ok. Bersama kita belajar memperbaiki diri

Salam sayang

Wiwi Haryanti


MENDIDIK DIRI

Mendidik diri untuk mengarah ke hal yang positif bisa dikatakan gampang-susah. Ketika kita bergaul pada orang-orang yang berkualitas baik, maka kitapun akan terbawa menjadi orang yang berkualitas sama. Begitupun sebaliknya. Dengan kata lain, lingkungan mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan kepribadian seseorang.

Ketika kita dihadapkan pada suatu masalah serius dimana diharuskan memutuskan suatu pilihan, maka hal utama yang perlu diperhatikan adalah "tanya hati/naluri"-mu terlebih dahulu. Telaah semua yang kita hadapi dengan bertanya kepada diri sendiri, mau bagaimana menghadapinya?, maka dengan sendirinya ada pilihan yang mengarah kepada hal positive atau negative, yaitu keputusan yang diambil berdasarkan pemikiran yang positif atau sebaliknya. Ketika keputusan sudah diambil, ada baiknya kita mencoba untuk sharing dengan orang yang tepat. Orang yang kita ketahui memiliki kepribadian yang baik, yang mampu menjaga rahasia mengenai masalah yang kita hadapi. Jangan sampai masalah kita malah terpublikasikan hingga semua orang tahu.